Jacro Ex 175 Konvensional Besi

bor jacro ex175-konvensional-besi0

SPESIFICATION :

· Capacities Drilling 100 meters with AW upset to BW rods

· Easy contol panel with 2 bank 3/4” control valve for up –down and rotary

· Quick join Coupling

· Engine power by YANMAR TF 135 (13,5 HP )

· Skid mounted with

knock down assembly

· Unit weight ± 450 kg

Jacro Ex 175 Portable Aluminium

bor jacro ex 175 Alumunium

SPESIFICATION :

· Drilling Capacities 75 meter / *160 meter with AW Upset BW rod.

· Chassis unit made from high grade aluminium.

· Easy contol panel with 2 bank 3/4” for up down and winch.

· Engine power by Briggs stratton 18 HP ( Petrol, USA )

· Unit weight 345 kg

(*Engine Yanmar TF 135)


bor jacro ex 175 Alumunium Part

bor jacro ex 175 Alumunium chasis-power-engine

bor jacro ex 175 Alumunium drill-suplay-pump

bor jacro ex 175 Alumunium down-hole-equipmentt

-

Jacro Ex 100

bor jacro ex 100

bor jacro ex 100 part

SPESIFIKASI :

Capacities Drilling 75 meter

( AW upset to BW rods ) conventional

rods

· Easy to carry with knock down system

· Conventional system

· Easy control panel with 2 head control valve for rotary and up-down

· Engine power by YANMAR TF 105/ Vanguard 18,5 HP

· Unit Weight 345 kg


bor jacro ex 100 spesifikasi

bor jacro ex 100 Drill And Supply Pump

bor jacro ex 100 Down Hole Equipment

Mesin Bor

A.DEFINISI MESIN BOR

Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.

B.JENIS-JENIS MESIN BOR

1.Mesin bor meja

Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini digunakan untuk membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16 mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang mata bor dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat mengatur tekanan pemakanan saat pengeboran.

2. Mesin bor tangan (pistol)

Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi kayu, tembokmaupun pelat logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri. Mesin bor ini tersedia dalam berbagai ukuran, bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masing-masing.

3. Mesin bor Radial

Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin.. Pada mesin ini benda kerja tidak bergerak. Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja, poros utama yang digeser kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui perputaran batang berulir.

4.Mesin Bor Tegak (Vertical Drilling Machine)

Digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan ukuran yang lebih besar, dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun. Pada proses pengeboran, poros utamanya digerakkan naik turun sesuai kebutuhan. Meja dapat diputar 3600 , mejanya diikat bersama sumbu berulir pada batang mesin, sehingga mejanya dapat digerakkan naik turun dengan menggerakkan engkol.

5.Mesin bor koordinat

Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor yang lainnya. Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat/membesarkan lobang dengan jarak titik pusat dan diameter lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan ketepatan ukuran dengan sisitem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.

6.Mesin bor lantai

Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.

7.Mesin bor berporos (mesin bor gang)

Mesin bor ini mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan empat spindel. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih cepat.untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala penggerak.

C.BAGIAN – BAGIAN UTAMA MESIN BOR

1.Base (Dudukan )

Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.

2.Column (Tiang)

Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.

3.Table (Meja)

Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan poros ditengah-tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.

4.Drill (Mata Bor)

Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.

5.Spindle

Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang / mencekam mata bor.

6.Spindle head

Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.

7.Drill Feed Handle

Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja ( memakankan)

8.Kelistrikan

Penggerak utama dari mesin bor adalah motor listrik, untuk kelengkapanya mulai dari kabel power dan kabel penghubung , fuse / sekring, lampu indicator, saklar on / off dan saklar pengatur kecepatan.

D.PENGERJAAN PENGEBORAN

Jenis cutting tool (mata bor) yang digunakan dalam proses pengeboran antara lain:

1.Drilling

Proses yang digunakan untuk membuat suatu lubang pada benda kerja yang solid.

2.Step drill

Proses yang digunakan untuk pembuatan lubang dengan diameter bertingkat.

3.Reaming

Reaming adalah cara akurat pengepasan dan finishing lubang yang sudah ada sebelumnya.

4.Boring

Proses memperluas sebuah lubang yang sudah ada dengan satu titik pahat. Boring lebih disukai karena kita dapat memperbaiki ukuran lubang, atau keselarasan dan dapat menghasilkan lubang yang halus..

5.Counter Bore

Operasi ini menggunakan pilot untuk membimbing tindakan pemotongan. Digunakan untuk proses pembesaran ujung lubang yang telah dibuat dengan kedalaman tertentu, untuk mengakomodasi kepala baut

6.Countersink (bor benam)

Khusus pembesaran miring berbentuk kerucut pada akhir lubang untuk mengakomodasi sekrup versink. Kerucut sudut 60 °, 82 °, 90 °, 100 °, 110 °, 120 °

7.Tapping

Tapping adalah proses dimana membentuk ulir dalam. Hal ini dilakukan baik oleh tangan atau oleh mesin.

Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran adalah sebagai berikut ;

1.Pemasangan Benda Kerja

a.Jika menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah benda kerja ditahan denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum tidak turut bergerak, ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.

b.Jika tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan dua buah mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai.

c.Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah balok V dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan menggunakan balok yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.

d.Untuk benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan menggunakan batang, penjepit khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut pengikat agar tidak merusak ragum.

2.Pemasangan Mata Bor pada chuck

a.Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor, tidak boleh menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung dengan menggunakan soket. Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan dibawahnya, sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh.

b.Bor dengan tangkai selinder diguanakan “ Pemegang bor berkonsentrasi sendiri” dengan dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada saat berputar. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata bor, sehingga menghasilkan putaran bor.

c.Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis (universal), dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan sendirinya (otomatis).

d.Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.

e.Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral bor. Untuk bahan memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus tempat bahan pendingin.

3.Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar handle, untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di sesuaikan, setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.

4.Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada saat ini spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.

5.Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan memakan benda kerja.

6.Gunakan cairan pendingin bila perlu

7.Setelah selesai, tekan sakelar off untuk mematikan mesin

8.Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.

E.PERAWATAN MESIN

Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan :

1.Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.

2.Mesin harus dibersihkan setelah digunakan

3.Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.

4.T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.

5.Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat

6.Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.

7.Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran

8.Hindari pakaian longgar

9.Perlindungan khusus untuk mata

F.DAFTAR PUSTAKA

Danar Susilo Wijayanto, Yuyun Estriyanto. Teknologi Mekanik Mesin Perkakas. Surakarta: UPT penerbitan dan percetakan UNS (UNS press).

http://gurumuda.com/bse/mesin-bor

http://pemesinan-sukurwidodo.blogspot.com/2010/03/mesin-bor.html

http://www.aps.anl.gov/APS_Engineering_Support_Division/User_ESH/Machine_Shops_Public/20050816_pdf_files/Study_Guides/APS_Drill_Press.pdf

Sumber : http://naidra.student.fkip.uns.ac.id

Mud Pump

Ilustrasi Mud Pump

Mud Pump

Mud Pump

Mud Pump

Mud Pump

Bor Sondir

Ilustrasi Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Sondir

Bor Power Rig

Ilustrasi Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Power Rig

Bor Jacro Air

Ilustrasi Bor Jacro Air

Bor Jacro Air

Bor Jacro Air

Bor Jacro Air

Bor Jacro Air

Bor Jacro Air

Bor Jacro Air

Bor Jacro

Beberapa Bor Jacro yang kami miliki :

Jacro ex-100, Jacro ex-150, Jacro ex-175 alumunium, Jacro ex-200, Jacro ex-250 , Jacro ex-300

Ilustrasi Bor Jacro

Bor Jacro

Bor Jacro

Bor Jacro

Bor Jacro

Bor Jacro

Bor Jacro

Bor Jacro

Pompa-Suplai Bor Jacro

Glosarium

  1. Drilling Muds or Fluid (Lumpur pengeboran)

    Campuran yang terdiri atas air dan bahan berupa serbuk seperti lempung khusus, serpih dan barit yang diperlukan untuk mengankut serbuk bor dari dasar lubang, membantu mendinginkan dan melumasi mata bor.
  2. Drilling Platform (anjungan pengeboran)

    Peralatan tetap penyangga peralatan pengeboran lepas pantai yang memungkinkan pengeboran beberapa sumur.
  3. Drilling rig (Perangkat pengeboran)

    Unit pengeboran yang terdiri atas derek dan perlatan permukaan.
  4. Dry Gas (Gas kering)

    Gas yang tak mengandung fraksi yang mudah mengembun pada kondisi standar.
  5. Dry Hole (Lubang Kering)

    Sumur eksplorasi atau pengembangan yang ternyata tidk dapat memproduksi minyak atau gas dalam jumlah yang cukup ekonomis.
  6. Exploitation well (Sumur Pengembangan)

    (lihat development well)
  7. Onshore Drilling (Pengeboran Darat)

    Pengeboran yang dilakukan didarat.
  8. OPEC(Organisation of Petroleum Exporting Countries)

    “Organisasi eksportir minyak yang didirikan tahun 1960, beranggotakan 10 negara, seperti; Algeria, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Qatar, Saudi Arabia, UAE, Venezuela.”
  9. Paraffin (Parafin)

    Hidrokarbon jenuh dengan rantai terbuka.
  10. Paraffin Base Crude Oil (Minyak Bumi Parafinik)

    Minyak bumi yang hidrokarbonnya terdiri atas parafin.
  11. Paraffin Destilate (Sulingan Parafin)

    Sulingan minyak bumi yang mengandung kristal lilin sebelum proses pengawalilinan yang menghasilkan lilin parafin dan minyak parafin.
  12. Paraffin Wax (Lilin Parafin)

    Lilin yang diperoleh antara alin dari sulingan parafin dengan jalan pendinginan dan penyaringan bertekanan, berupa massa yang berbentuk kristal, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan terdidi atas campuran hidrokarbon padat yang sebagian besa…
  13. Petrography (petrografi)

    Pemerian bersistem dari batuan dalam sayatan tipis
  14. Petroleoum Coke (Kokas Minyak Bumi)

    Padatan yang terjadi pada proses perengkahan minyak bumi, terdiri atas hidrokarbon polisiklis tinggi dengan kadar hidrogen yang sangat rendah.
  15. Petrology (petrologi)

    Ilmu yang mempelajari batuan secara bersistem, terutama mengenai mineralogi, tekstur dan struktur, mula jadi, ubahan, hubungan terhadap batuan lain dan cara penggolongannya
  16. Refinery (Kilang)

    Instalasi industri untuk mengolah minyak bumi menjadi produk yang lebih berguna dan yang dapat diperdagangkan.
  17. Refinery Gas (Kilang Gas)

    Berbagai jenis gas yang berasal dari penyulingan dan terkumpul didalam kilang.
  18. Refining (Pengilangan)

    Penguraian minyak bumi atas komponen-komponen lewat penyulingan, perengkahan, peningkatan mutu dengan bahan kimia, dan ekstraksi dengan zat pelarut untuk menghasilkan prosuk-produk untuk dapat diperdagangkan.
  19. Reserch Octane Number (RON) RON/MON (Motor Octane Number) (Angka Oktan Riset)

    Angka yang menyatakan nilai antiketuk bensin yang ditentukan menurut metode riset, merupakan petunjuk mengenai kualitas anti ketuk bahan bakar kalau kendaraan digunakan dalam kondisi operasi ringan dengan kecepatan rendah.

Sumber : http://www.esdm.go.id/glosarium.html?section=12&cat=130